MAKALAH POTRET KEBIJAKAN MONETER INDONESIA


PENDUKUNG KEBIJAKAN MONETER







RAIHANAH
1794041015

KELAS A(01)
PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2019
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur Senantiasa kami haturkan Kepada Allah Subhana Wa Ta’ala yag telah memberikan begitu banyak nikmat kepada kami. Diantara Begitu banyak nikmat tersebut diantaranya, nikmat Iman yang alhmadulillah masih masih kami rasakan, nilmat Islam yang In Syaa Allah masih tertancap tajam pada dada kami. dan terlebih iyalah nikmat Kesempatan yang masih Allah titipkan kepada kami, sehingga kami mampu untuk menyelesaikan penyusunan makalah kami dengan judul ” Pendukung Kebijakan Moneter”. Tanpa pertolongan-Nya tentu kami tidak akan mampu untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasul kita, Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam yang kita nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di dalamnya dan juga kendala-kendala dalam penyusunan makalah ini. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk makalah ini, dapat lebih baik kedepannya.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membimbing dalam menulis makalah ini.
Makassar, 9 Oktober 2019

Raihanah








DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan

BAB II PEMBAHASAN
A. System Keuangan
B. Perbankan
C. Pasar Uang antar Bank
D. Pasar Modal
E. Sistem Pembayaran

BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA












BAB I
PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.
Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang. Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

B.  Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian System Keuangan ?
2.    Apa pengertian Perbankan ?
3.    Sebutkan jenis-jenis bank!
4.    Apa Pengertian Pasar Uang antar Bank?
5.    Apa Pengertian Pasar Modal?
6.      Apa pengertian Sistem Pembayaran

C.    Tujuan Masalah
1.      Mampu menjelaskan System Keuangan ?
2.      Mampu menjelaskan pengertian Perbankan ?
3.      Mampu menjelaskan jenis-jenis bank!
4.      Mampu menjelaskan Pengertian Pasar Uang antar Bank?
5.      Mampu menjelaskan Pengertian Pasar Modal?
6.      Mampu menjelaskan pengertian Sistem Pembayaran
































BAB II
PEBAHASAN


A.  Sistem Keuangan
1.    Pengertian Sistem Keuangan
Kegiatan lembaga keuangan pada saat ini tidak bisa terlepas dari yang namanya uang. Uang merupakan alat kebutuhan pokok untuk digunakan sehari-hari dalam perekonomian. Pada mulanya kegiatan perekonomian atau perdagangan dilakukan dengan cara barter yaitu tukar menukar barang dengan barang. Seiring perkembangan zaman sistem barter menimbulkan beberapa kendala, oleh karena itu sistem barter diganti dengan sistem yang menggunakan alat tukar lebih efektif dan efisien di dalam aktifitas perekonomian. Alat tukar tersebut dikenal dengan nama uang. Pada saat sekarang ini uang bukan hanya dijadikan sebagai alat tukar saja tetapi juga mempunyai fungsi lainnya.
System keuangan adalah suatu system yang terdiri atas lembaga-lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya ke masyarakat. Dengan adanya lembaga keuangan, pembiayaan tidak perlu dilakuka secara langsung dari golongan masyarakat yang kelebihan dana ke golongan masyarakat yang memerlukan dana.
Oleh karena itu, kelemahan-kelemahan pembiayaan langsung seperti keharusan adanya pertemuan langsung anatar peminjam (kekurangan dana) dengan yang meminjamkan(kelebihan dana), kesesuaian dengan jumlah maupun jangka waktu pinjaman yang dibutuhkan dengan dana yang bersedia untuk dipinjamkan dapat dihindarkan.
Lembaga keuangan dapat mengumpulkan dana dalam julah yang kecil-kecil untuk membiayai proyek yang membutuhkan dan dalam jumlah besar. Disamping itu, meskipun jangka waktu dan dan dan pinjaman tidak sama, pembiayaan dapat dilaksanakan melalui lembaga keuangan.
2.    Lembaga dan Sistem Keuangan.
Lembaga-lembaga keuangan yang ada di Indonesia saat ini terdiri atas: bank sentral, perbankan, lembaga keuangan bukan bank, lembaga keuangan lainnya.
a.    Bank Sentral
Bank Sentral adalah suatu bank yang diberi tugas untuk mengatur dan mengawasi kegiatan lembaga keuangan. Bank sentral menjamin agar kegiatan lembaga keuangan tersebut dapat membantu menciptakan tingkat kegiatan ekonomi yang stabil. Dalam suatu perekonomian modern, keberadaan bank sentral mutlak diperlukan.
Bank sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (BI) berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1968. Kemudian, ditegaskan lagi dengan UU Nomor l PKOP4318/MODUL 1 1.9 23 Tahun 1999. Bank ini sebelumnya berasal dari De Javasche Bank yang dinasionalkan tahun 1951.
Jadi sesuai UU tersebut, Bank Indonesia melakukan kebijakan moneter di Indonesia. wewenang yang diberikan kepada bank Indonesia adalah menetapkan sasaran moneter dan melakukan pengendalian moneter. Cara pengendalian moneter yang dilakukan anatara lain, operasi pasar terbuka dipasar uang baik rupiyah maupun valuta asing, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit atau pembiayaan. Bank Indonesia dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bertindak independent bebas dari campur tangan pemerintah dan/ atau  pihak lain.
Sebagai pihak yang melaksanakan kebijakan moneter, peran bank sentral sangat menentukan dalam keberhasilan dalam sebuah kebijakan moneter. Kendati hanya bertugas menjaga stabilitas nilai tukar mata uang. Peran bank Indonesia sebagai pelaksana kebijakan moneter sangat luas dan kompleks. Adapun tugas dari bank sentral antara lain;
·         Menjaga kestabilan harga dan kestabilan kurs.
·         Mengatur dan menjaga kelancara system pembayaran.
·         Mengawasi kegiatan Bank Umum dan Lembaga Keuangan Lainnya.
·         Sebagai bank bagi pemerintah.
b.    Perbankan
Perbankan Indonesia saat ini diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang perbankan, sebagaiman telah diubah dengan UU Nomor 10 Tahun 1998. Menurut UU tersebut perbankan di Indonesia terbagi ke dalam dua jenis, yakni bank umum dan bank Perkreditan rakyat( BPR).
·         Bank umum adalah bank yang dalam mengumpulkan dananya terutama dari giro deposito, dan tabungan. Sedangkan iurannya terutama untuk kredit jangka pendek.
·         BPR adalah salah satu jenis bank yang dikenal dengan golongan pengusaha mikro, kecil, dan menegngah dengan lokasi yang pada umumnya dekat dengan tempat masyarakat yang membutuhkan.
c.    Lembaga keuangan bukan bank
Adalah semua badan yang melalui kegiatan-kegiatannya dibidang keuangan yang secara langsung atau tidak secara langsung menghimpun dana terutama dengan jalan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya ke masyarakat terutama guna membiayai berbagai kegiatan. Ada tiga jenis LKBB di Indonesia, yaitu
·         Jenis pembiayaan pembangunan.
·         Jenis pembiayaan investasi.
·         Jenis pembiayaan kepemilikan perumahan.
Belakangan ini lima jenis lembaga keuangn yang kerap dikelompokkan sebagai LKBB:
·         Modal ventura
·         Sewa guna usaha
·         Perusahaan anjak piutang
·         Perusahaan kartu kredit
·         Perusahaan pebiayaan konsumen

d.   Lembaga keuangan lainnya.
·         Perusahaan asuransi
·         Pegadaian
·         Dana pension
·         Perusahaan sekuritas

3.    Sistem Moneter
System moneter di Indonsia adalah lembaga-lembaga yang dapat menciptakan uang kartal dan uang giral yang terdiri atas sebagai otoritas moneter dan bank-bank pencipta uang giral (BPUG).

B.  Perbankan
Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka mengingkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dalam kebijakan moneter bank memiliki posisi yang sangat penting mengingat perbankan dalam perekonomian Indonesia keseluruhan sector keuangan baik dilihat dari pemilihan asset, pengumpulan dana, maupun penyaluran dana tersebut di dalam perekonomian.

C.  Pasar uang antar Bank
Pasar uang antar bank adalah kegiatan pinjam meminjam dana antar bank satu dengan bank lainnya. Dan yang kelebihan dana meminjamkan dannya kepada bank yang kekurangan dana. Secara umum jangka waktu pinjam meminjam ini berlangsung relative pendek maksimal pengembalian 90 hari.pasar uang antara bank diperlukan oleh bank-bank untuk menutupi kekurangan dana jangka pendek (mismatch). Dapat dikatakan bahwa pasar uang antar bank adalah “deposito market” dimana bank-bank yang mempunyai kelebihan dana mendapatkan dananya pada bank-bank yang memerlukan. Umumnya transaksi di pasar uang antarbank berjangka waktu kurang dari 2 pekan dan sebagian besar bervariasi dari “overnight” sampai sepekan.
Sejauh ini bank pemerintah senantiasa bertindak sebagai pemberi pinjaman yang terbesar karena dananya sebagian besar berasal dari giro BUMN dan kredit likuiditas. LKBB mempunyai kegiatan uasahanya dengan menjual surat-surat berharga jangka pendek kepada bank, dunia usaha, dan para investor. Sementara itu bank swasta dan asing hamper selalu sebagai peminjam.

A.  Pasar Modal
Pasar Modal mulai aktif tahun 1977di Jakarta dengan dibentuknya Badan Pelaksana pasar Modal (Bapepam) dan PT Danareksa.bapepam bertugas mengendalikan dan melaksanakan pasar modal sedangkan PT Danareksa bertugas membeli dan memecah saham-saham perusahaan yang dibelinya menjadi sertifikat saham yang bernilai nominal lebih kecil agar dapat dijangkau oleh penanam modal kecil.kegiatan pasar modal mengalami peningkatan pesat setelah dikeluarkannya paket kebijakan desember 1987, yang mengizinkan berdirinya bursa parallel dan lebih berperannya lembaga penunjang pasar modal.

B.  Sistem Pembayaran
System pembayaran merupakan bagian yang penting dalam infrastruktur keuangan dalam perekonomian suatu Negara. Pengembangan infrastruktur keuangan ini termasuk reformasi system pembayaran merupakan prioritas utama dalam perekonomian suatu Negara yang berorientasi pada pasar.
Keterkaitan langsung antara system pembayaran dan pengendalian kebijakan moneter adalah karena pelaksanaan system pembayaran dapat berpengaruh terhadap penggunaan uang di masyarakat. Transaksi pembayaran diantara pelaku ekonomi modern sering kali menggunakan dana rekening bank. Hasil proses kliring dan settlement, yaitu rekening satu pihak bertambah atas beban rekening pihak lain. Dengan demikian system pembayaran sebagai penghubung aktivitas ekonomi dan uang. Jenis-jenis system pembayaran yaitu:
1.    Reyail Payment System.
2.    Batch Payment System.
3.    Wholesale Payment System/ High Value Payment System.































BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
System keuangan adalah suatu system yang terdiri atas lembaga-lembaga keuangan yang kegiatannya menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya ke masyarakat. Dengan adanya lembaga keuangan, pembiayaan tidak perlu dilakuka secara langsung dari golongan masyarakat yang kelebihan dana ke golongan masyarakat yang memerlukan dana.

B.     Saran
 Dalam pelaksaan dari kebijakan moneter perlu adanya keseimbangan dalam berbagai aspek variable ekonomi sehingga kestabilan ekonomi dapat terwujud. Dan diharapkan makalah ini dapat menambah wawasan pembaca mengenai Strategi kebijakan ekonomi itu sendiri.
















DAFTAR PUSTAKA
Pohan, Aulia.2017. Potret Kebijakan Moneter Indonesia (Seberapa Jauh Kebijakan Moneter Mewarnai Perekonomian Indonesia). Rajawali Pers. Depok.
Prabowo, hendro,dkk. 2005. Ekonomi Kelas XI. Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Depok.
Dewianty, Shinta. 2012. Sistem Lembaga Keuangan Shari’ah. Vol. 2. Http://Www.Academia.Edu/Download/40883770/786-2373-2-Pb.Pdf. 9 Okt 2019.
Abdullah, Tamrin. 2014. http://repository.ut.ac.id/4060/1/PKOP4318-M1.pdf. 9 okt 19.

Aulia falianty, Telisa. 2019. Teori Ekonomi Makro dan Penerapannya di Indonesia rajawali Pers. Depok.
Warjiyo, Perry. Solikin. 2003. Kebijakan Moneter di Indonesia. BI. Jakarta.
Sahirul Alim, Muhammad. 2014. Karakter Kebijakan (Procyclical Vs Countercyclical) dan Stabilitas Makroekonomi. Fakultas Ekonomika Dan Bisnis. Universitas Diponegoro. Semarang.

Azhary Saleh, Irsan. 1993. Hipotesis Ekspektasi Rasional Konsep Dasar, Urgensi, dan Relevansi Kebijakan. Vol 41. http:// www. lpem. Org /repec /lpe /efijnl /199307. pdf.7 okt 2019. 




Comments

Popular posts from this blog